14 Mahasiswa UPR Asal Mura Terima Beasiswa PT Adaro

PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Universitas Palangka Raya (UPR) dan PT Adaro Energy melalui Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) menandatangani kesepahaman bersama (MoU) khusus mengenai pemberian beasiswa kepada 14 orang mahasiswa UPR yang kesemuanya berasal dari Kabupaten Murung Raya (Mura).

Naskah MoU tersebut ditandatangani oleh Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi dan Ketua Umum YABN Okty Damayanti, bertempat di Aula Rahan, Rektorat UPR, Jumat (5/8/2022) sore.

Acara ini dihadiri Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Prof Dr Sulmin Gumiri PhD, Wakil Rektor Bidang Hukum, Organisasi, SDM dan Kemahasiswaan Prof Dr Suandi Sidauruk MPd, sejumlah Dekan lingkup UPR, serta pihak manajemen YABN dan PT Adaro.

Rektor UPR Dr Andrie Elia dalam sambutannya mengatakan, UPR sudah hampir 30 tahun lebih menanti datangnya beasiswa dari PT Adaro. Adanya bantuan beasiswa dari Adaro untuk sejumlah mahasiswa asal Kabupaten Mura yang berkuliah di UPR kali ini, merupakan kabar baik.

Baca Juga :  Dukung Langkah Pemda Gumas Bentuk Raperda Ormas

“Melihat jumlah penerima beasiswa dari Adaro ini, kalau bisa ditingkatkan lagi. Jangan hanya mahasiswa dari Kabupaten Murung Raya. Karena jika melihat kawasannya, Barito Utara, Barito Timur dan Barito Selatan mohon diperhatikan mahasiswa-mahasiswanya supaya mendapat beasiswa dari Adaro Group,” harap Andrie Elia.

Meski demikian, Ketua Harian Dewan Adat Dayak Kalteng ini juga mengaku bersyukur dengan adanya beasiswa dari Adaro ini, dan diharapkan sangat bermanfaat bagi penerima.

Diingatkan pula, bahwa jangan hanya memberikan beasiswa sampai mahasiswa lulus saja. Tapi yang juga penting adalah adanya pemantauan dan penilaiannya. Terutama seberapa besar dampaknya bagi mahasiswa tersebut setelah mereka mendapatkan bantuan hingga lulus, dan bagaimana mereka di lingkungan masyarakat. “Semoga mereka dapat memberikan kontribusi bagi pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Baca Juga :  Rektor UPR : Ada Kebijakan Penuruan UKT

Diungkapkan, jika melihat dari kegiatan pertambangan PT Adaro yang sangat besar, maka bantuan beasiswa bagi pengembangan sumber daya manusia (SDM) ini masih sangat minim. “Karena jika melihat dari jumlah karyawan Adaro yang lebih dari 3.000 orang termasuk kegiatan kontraktor-kontraktornya, maka jika hanya 14 orang yang diberikan beasiswa, berarti 0,00 saja. Padahal PT Adaro sudah go public,” tandas Rektor UPR.

Untuk itu, Andrie Elia mengharapkan agar Adaro dan perusahaan-perusahaan lainnya yang beroperasi di Provinsi Kalteng, juga memberikan support untuk pengembangan SDM, sarana prasarana, laboratorium dan lain sebagainya yang mendukung pengembangan dunia pendidikan.

Baca Juga :  Ayah Bejat Tega Gauli Anak Tirinya

Ketua Umum YABN Okty Damayanti mengatakan, anak-anak asal Mura yang sudah kuliah di UPR ini dan mendapatkan beasiswa dari Adaro, akan tetap mereka kawal dan bimbing. Sehingga ketika mereka lulus, mereka sudah siap memenuhi standar yang sudah ditetapkan oleh PT Adaro Mineral se-Indonesia.

“Ini adalah program yang pertama. Dari hasil seleksi, ada 14 orang yang berhak menerima beasiswa. Rencana ke depan, kami akan terus kembangkan bantuan ini, dan tentu saja kami harapkan kualitas anak-anak asal Kabupaten Murung Raya yang mendapatkan beasiswa kuliah di UPR ini, dapat memenuhi standar yang sudah diterapkan Adaro,” kata Okty Damayanti. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA