PALANGKA RAYA – Membahas penanganan Covid-19 di daerah, Sekda Kalteng Fahrizal Fitri melakukan video konferensi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama seluruh Sekda se-Indonesia, Jumat (3/4/2020).
Video konferensi itu digelar, sebagai tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo dalam Sidang Kabinet Terbatas Penanganan Penyebaran Covid-19, Kamis (2/4/2020) kemarin.
Sekda Kalteng Fahrizal Fitri pada kesempatan itu, menyampaikan kondisi terkini Covid-19 di Kalteng. Salah satunya, hingga Jumat (3/4/2020), terkonfirmasi 11 orang Positif Covid-19 dengan 2 orang sembuh dan 9 orang masih dalam perawatan. Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP), tercatat sebanyak 652 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 40 orang.
Bahkan berkenaan dengan penanganan Covid-19, Provinsi Kalteng telah membentuk Gugus Tugas yang dipimpin langsung Gubernur H Sugianto Sabran. Selain itu, Kalteng telah berstatus Tanggap Darurat per 20 Maret 2020.
Dalam hal ini, Pemprov berkoordinasi dengan Forkopimda serta mendorong kabupaten dan kota di Kalteng untuk melakukan hal yang sama, guna menekan penyebaran Covid-19 di Bumi Tambun Bungai.
Sementara menyinggung soal penggunaan anggaran, sampai saat ini Dana Tak Terduga yang telah digunakan untuk Belanja Tak Terduga di Kalteng sejumlah Rp18,57 miliar. Selain itu, kerja sama juga dijalin dengan pihak-pihak terkait untuk mengawal proses penggunaan Dana Tak Terduga, mulai dari perencanaan, pengadaan, monitoring, dan evaluasi.
“Kita tidak ingin proses dalam penggunaan Dana Tak Terduga ini menjadi permasalahan di kemudian hari,” ujarnya sembari menyampaikan terima kasih atas arahan Kemendari terkait penggunaan Dana Tak Terduga, serta refocusing dan relokasi anggaran selama penanganan Covid-19.
Sebagai langkah antisipasi, tambah Fahrizal Fitri, Pemprov Kalteng kembali menyiapkan anggaran sebesar Rp30 miliar untuk Anggaran Tak Terduga. Pihaknya juga telah membuat skenario seandainya wabah Covid-19 nantinya berkembang, Pemprov Kalteng menyiapkan anggaran kurang lebih Rp500 miliar dalam rangka penanganan Covid-19. (red/ist)