DAD Kalteng Gugah Kepedulian Warga agar Mau Berbagi

Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga Tidak Mampu

PALANGKA RAYA – Kondisi masyarakat sekarang ini akibat dampak virus corona atau covid-19, perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak. Banyak warga yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, lantaran tidak bisa berusaha seperti sebelumnya.

Prihatin akan keadaan itu, Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng, H Agustiar Sabran dan jajarannya menyalurkan bantuan bahan kebutuhan pokok kepada masyarakat adat Dayak di Kalteng, yang tergolong warga tidak mampu. Paket sembako itu berisi beras 5 kilogram, gula, teh, minyak goreng dan lainnya, dengan jumlah sekitar 100 ribu paket.

“Bantuan ini bukan hanya di Kota Palangka Raya saja, tapi nantinya akan kami bagikan se-Kalimantan Tengah,” kata Agustiar dalam pertemuan dengan para Damang, Mantir Adat, dan tokoh warga Dayak di Rumah Betang Hapakat, Jalan RTA Milono Palangka Raya, Rabu (22/4/2020) sore.

Baca Juga :  Wali Kota Palangka Raya : Stop Ilegal Fishing

Pada acara yang dihadiri Ketua Harian DAD Kalteng Andrie Elia dan Ketua Batamad Kalteng Yuandrias ini, Agustiar menegaskan bahwa kebersamaan warga suku Dayak khususnya dan warga Kalteng umumnya, kita sangat penting guna menyikapi pandemi covid-19. Sehingga, wabah tersebut yang kini masih belanda belahan dunia, bisa cepat berlalu dari Bumi Tambun Bungai ini.

“Saya merencanakan untuk membagi 100 ribu paket se-Kalteng. Pembelian sembako ini dari uang pribadi saya, dan kita tidak meminta dari anggaran pemerintah. Karena ini murni sebagai bentuk keprihatinan kami untuk membantu warga yang kesulitan ekonomi dalam kondisi wabah covid-19,” kata Anggota DPR RI Dapil Kalteng ini.

Baca Juga :  Kadinkes Mura Imbau Masyarakat Tetap Konsisten Terapkan Prokes

Diungkapkan Agustiar, pihaknya juga ingin menggugah hati nurani warga lainnya. Karena dalam kondisi seperti ini, harus ada kesadaran semua pihak untuk berbagi dengan sesama. Sebab, di Provinsi Kalteng ini diyakini banyak orang kaya dan pengusaha sukses yang semestinya bisa mengulurkan tangan membantu warga lainnya yang sedang kesusahan.

“Kalau kita bisa bersama, kami yakin tidak ada yang tidak bisa kita lakukan. Mari kita bantu warga Kalteng yang sedang kesusahan secara ekonomi akibat wabah covid-19 ini,” tandas Agustiar.

Sebelumnya, Ketua Harian DAD Kalteng, Andrie Elia menjelaskan, kesulitan warga sekarang ini perlu kita perhatikan, dan perlu kita bantu. Bantuan ini bukan dari anggaran pemerintah, tapi inisiasi Ketua Umum DAD Kalteng.

Baca Juga :  Pemkab Bartim Siap Penuhi Modal Inti Bank Kalteng

“Ini juga sebagai contoh bagi masyarakat yang mampu, untuk ringan tangan membantu warga yang tidak mampu secara ekonomi, tanpa memandang suku, agama dan ras. Artinya, siapa saja yang hidup di Kalteng, berarti mereka adalah warga Huma Betang,” kata Rektor Universitas Palangka Raya ini.

Dengan adanya kebersamaan dan saling membantu, menurut Andrie Elia, maka berarti pula bahwa kita bisa hidup bersama menjalankan simpul kehidupan kita. “Yang mampu, harus bisa membantu masyarakat lain yang sedang kesusahan,” harapnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA