Daerah Rawan Karhutla Harus Ada Sumber Air

SAMPIT, inikalteng.com – DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) menegaskan bahwa sumber air di daerah yang sering terjadi kebakaran harus ada dan dijaga. Hal ini penting untuk mengatasi masalah kekeringan dan kebakaran lahan.

Anggota DPRD Kotim, Hj Mariani menyarankan agar pembuatan sumur bor dan penyediaan tandon besar dapat dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). “Sumber air memang harus dibangun di sentra-sentra yang selama ini menjadi daerah kebakaran,” ujarnya, Kamis (13/4/2023).

Baca Juga :  Dewan Ajak Semua Pihak Wujudkan Politik Damai dan Saling Menghargai

Mariani menyebut, pada musim kemarau sungai di sekitar daerah tersebut seringkali mengering, sehingga mencari sumber air sangat sulit. Hal ini seperti terjadi di Kelurahan Kota Besi Hilir, Kecamatan Kota Besi yang sering mengalami kekeringan dan karhutla hampir setiap tahunnya. Oleh karena itu, masyarakat setempat telah mengusulkan pembuatan sumur bor agar dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih.

“Apalagi ini juga termasuk dalam usulan masyarakat setempat, yang artinya memang diperlukan pembuatan sumur bor. Bahkan juga bisa digunakan masyarakat untuk mendapatkan air bersih,” kata Mariani.

Baca Juga :  Gali Potensi Atlet, Perbakin Lamandau Rutin Adakan Kejuaraan Menembak

Ia berharap pemerintah setempat dapat memperhatikan usulan masyarakat terkait pembuatan sumur bor dan pengadaan tondon air, terutama di daerah yang rentan terjadi karhutla dan kekurangan air bersih.

Mariani menekankan bahwa pembuatan sumur bor dan penyediaan tondon air sangat penting bagi daerah yang rawan terjadi karhutla. Sumur bor dan tondon air dapat membantu meminimalkan kerusakan yang terjadi saat terjadi kebakaran, sehingga dapat lebih cepat dan mudah diatasi. Selain itu, masyarakat setempat juga dapat memanfaatkan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. “Selain pembuatan sumur bor, khususnya di kelurahan itu juga meminta pengadaan tandon air, sehingga ketika sumur kering masih bisa diatasi dengan stok air yang ada,” tambah Mariani.

Baca Juga :  Dinkes Kalteng Gelar Rapat Pembentukan dan Evaluasi Jejaring

Diharapkan, pemerintah setempat dapat segera mengambil tindakan untuk mewujudkan usulan masyarakat tersebut agar dapat mengurangi risiko terjadinya karhutla dan kekeringan di daerah tersebut.(ya/red1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA