SAMPIT, inikalteng.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Juliansyah, mengajak masyarakat aktif mengawal proses Pilkada 2024 agar berjalan sesuai norma dan etika serta aturan yang berlaku. Sampai terjadi pelanggaran dan kecurangan.
Juliansyah menyampaikan beberapa hal terkait perkembangan dinamika politik yang terjadi di tengah-tengah proses pemilihan umum yang akan dilakukan bulan November 2024 mendatang.
“Ada tiga ASN yang diduga terlibat politik praksis dan itu yang sudah dilaporkan ke Bawaslu Kotim. Saat ini masih dalam proses, dan hasilnya masih ditunggu masyarakat,” ungkap Juliansyah di Sampit, Senin (28/10/2024).
Politisi Partai Gerindra DPRD Kotim ini menyampaikan, bahwa yang pertama kita harus memperhatikan dan awasi bahwa pada proses Pilkada 2024, jangan sampai banyak terjadi pelanggaran etik berat, karena hal itu mencerminkan pilkada 2024 dipenuhi berbagai kekurangan, baik pelanggaran etika maupun manuver lainnya.
Hal tersebut harus menjadi perhatian kita semua. Mengingat pelaksanaan pilkada ini memakan anggaran yang besar, sehingga wajib untuk diawasi agar tercipta pilkada yang jujur, adil dan melahirkan pemimpin pilihan masyarakat.
“Maka dari itu, kami di DPRD Kotim bersama masyarakat khususnya mahasiswa perguruan tinggi diminta ikut mengawasi langkah-langkah yang dilakukan oleh Bawaslu dan lembaga yudikatif maupun lembaga lainnya. Momentum Pilkada 2024 ini sekaligus menjadi momentum membangkitkan kembali keberadaan demokrasi di Indonesia. Kepada seluruh masyarakat, kita ajak untuk mengawasi proses pilkada 2024 ini, agar bisa berlangsung dengan jujur dan adil,” kata Juliansyah.
Penulis : Emi
Editor : Ardi