Fairid : Palangka Raya Kota yang Heterogen dan Terbuka

PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Kota Palangka Raya merupakan kota yang heterogen dan terbuka, di mana terdapat beragam suku yang berdomisili di dalamnya.

Dilihat dari kondisi wilayahnya, Kota Palangka Raya memiliki tiga perwajahan, yakni wajah kota, hutan dan perdesaan.

Demikian garis besar dipaparkan Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin saat menerima kunjungan Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe beserta jajarannya, kemarin.

Baca Juga :  Revolusi Mental Bukan Sekadar Slogan

Pertemuan yang dibalut dalam acara ramah tamah dan silaturahmi Pemerintah Kota Palangka Raya bersama Pemerintah Kota Lubuklinggau ini, mengambil tempat di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Palangka Raya.

Kembali dalam paparannya di hadapan Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe beserta jajarannya, Fairid menyampaikan, keberadaan suku, agama, ras dan golongan di Kota Palangka Raya disatukan dalam kearifan lokal yaitu “Huma Betang”.

Baca Juga :  Dekan Fakultas MIPA UPR Resmi Dilantik

Huma artinya dalam bahasa Dayak Ngaju adalah rumah, sedangkan Betang adalah mengedepankan musyawarah mufakat, kesetaraan, kejujuran dan kesetiaan.

Pada akhir sambutannya, wali kota berharap dengan adanya kunjungan tersebut, setidaknya dapat mempererat tali silaturahmi antara Kota Palangka Raya dengan Kota Lubuklinggau.

Baca Juga :  Penanggulangan Kemiskinan Tanggung Jawab Bersama

“Setidaknya menjadi sarana saling belajar, bertukar pendapat dan pemikiran. Terutama dalam hal penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah,” harap Fairid.

Turut hadir menerima kunjungan Pemerintah Kota Lubuklinggau, antara lain Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Staf Ahli Wali Kota Palangka Raya serta kepala OPD di lingkup Pemerintah Kota Palangka Raya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA