HANAU – Tepat sasaran untuk warga yang memang membutuhkan, itu prinsip dari penyaluran bantuan pribadi Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dan Agustiar Sabran. Tidak heran Relawan Muda Sugianto Sabran dan Gerakan Milenial Agustiar Sabran langsung mengantar sendiri bantuan ke rumah warga.
Bantuan disalurkan langsung kepada warga tanpa melalui perantara. Tidak ingin salah sasaran, relawan muda langsung membawa keluarga besar Sugianto Sabran untuk menyerahkan bantuan tersebut. Bantuan diserahkan oleh Hj Ida Susanti Sabran yang merupakan kakak kandung Sugianto Sabran dan Agustiar Sabran.
Rombongan Keluarga Besar Sugianto Sabran dan Agustiar Sabran menyusuri berbagai desa di Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, Sabtu (9/5/2020). Perjalanan sejak pagi hingga menjelang waktu berbuka puasa itu, dimanfaatkan rombongan untuk mengantarkan bantuan sosial berupa sembako bagi masyarakat pelosok yang terdampak covid-19. Meskipun menyusuri jalan desa yang penuh rintangan, rombongan ini dengan bersemangat mengeluarkan muatan dan mengantarkan sembako dari rumah ke rumah warga.

Ida Susanti Sabran mengatakan, pihaknya sengaja mengantarkan sendiri bantuan sosial itu untuk menyampaikan amanat dari adiknya Sugianto Sabran kepada masyarakat. “Kami diminta tolong untuk mengantarkan bantuan sosial yang dikeluarkan Sugianto Sabran dan Agustiar Sabran dari akumulasi gajinya. Dana yang terkumpul dibelikan sembako dan disalurkan pada masyarakat yang berhak,” jelas Ida Susanti.
Menurut Ida, bantuan sosial dari kakak beradik itu harus tepat sasaran. Pihaknya juga menghindari adanya pengumpulan massa saat pandemi covid-19, sehingga bantuan langsung diantar ke rumah. Di antaranya ke Desa Derangga, Asam Baru, Tanjung Hara, Bahaur dan Manggana di wilayah pedalaman Kabupaten Seruyan.
“Kami beharap bantuan sosial dari Sugianto Sabran dan Agustiar Sabran ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat yang secara ekonomi terdampak covid-19,” jelas Ida Susanti.
Bantuan pribadi Sugianto Sabran dan Agustiar Sabran menyasar 14 desa di Kecamatan Hanau, Pembuang Hulu, Kabupaten Seruyan. Sumber dana bantuan berasal dari gaji, honor, dan biaya rumah tangga gubernur selama lima tahun menjabat sekitar Rp9 miliar. Kemudian, ditambah gaji dan tunjangan dari Agustiar Sabran selama lima tahun menjabat anggota DPR-RI mencapai Rp4 miliar. Dari kakak beradik itu, dana yang terkumpul mencapai Rp13 miliar. Bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari 100 ribu paket sembako yang disiapkan bagi masyarakat Kalteng yang terdampak covid-19. Pendistribusiannya sudah berjalan sejak satu bulan yang lalu.
Terpisah, anggota DPR-RI Agustiar Sabran mengungkapkan permohonan maaf, kepada masyarakat yang belum kebagian bantuan dari dirinya dan Gubernur. Hal itu semata karena keterbatasan ketersediaan barang. Relawan yang bekerja juga harus memilah, mana warga yang benar-benar terdampak covid-19.
“Barang kami terbatas. Ini bantuan dari dana pribadi, dan mudahan yang belum dapat bantuan dari kami, bisa tercover bantuan dari pemerintah,” kata Agustiar.
Apa yang dilakukannya, jelasnya, merupakan gerakan kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. Kemudian menggerakkan hati nurani pihak lain, agar melakukan hal yang sama. Ketika semua bergerak membantu masyarakat terdampak covid-19, tentu beban yang ditanggung rakyat bisa lebih ringan.
Sementara, Koordinator Relawan Muda Sugianto Sabran, Muhammad Alfansuri menjelaskan, teknis pendistribusian bantuan sosial tersebut pada masyarakat, dilakukan dengan langsung mengantar ke rumah-rumah penerima.
“Kami ingin bantuan yang diberikan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dan anggota DPR-RI Agustiar Sabran tetap sasaran,” jelas Muhammad Alfansuri.
Di tempat sama, Chris Phillip Alessandro menjelaskan, kenapa bantuan sosial langsung diantarkan ke rumah warga yang berhak menerimanya, tujuan utama agar tepat sasaran. Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan.
“Kerumunan warga berpotensi menjadi sarana penyebaran covid-19. Sistem penyaluran bantuan yang kami lakukan ini, sekaligus melaksanakan anjuran pemeritah terkait social distancing,” ucap Chris Phillip Alessandro.(red)