PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy menyampaikan, sektor jasa keuangan di Provinsi Kalteng pada posisi Juni 2023 tetap terjaga stabil, dengan likuiditas yang memadai serta kinerja intermediasi yang tumbuh dengan profil risiko yang terjaga, di tengah masih tingginya ketidakpastian dan pasar keuangan global.
Hal ini dapat dilihat dari perkembangan sektor perbankan. Dimana pada industri Perbankan, kinerja Bank Umum baik konvensional dan syariah mengalami pertumbuhan yang tinggi, Aset Bank Umum di Provinsi Kalteng tumbuh per bulan Juni 2023 meningkat sebesar 14,18 persen (yoy).
“ Dana Pihak Ketiga (DPK) per bulan Juni 2023 meningkat sebesar 3,33 persen (yoy) dari tahun sebelumnya dan Kredit per bulan Juni 2023 meningkat sebesar 13,05 persen (yoy) dari tahun sebelumnya dengan tingkat kredit bermasalah (Non-Performing Loan) sebesar 1,30 persen,” jelasnya, akhir pekan kemarin.
Kemudian disebutkan Otto, untuk kredit bank umum didominasi oleh sektor Kredit Modal Kerja yang memiliki porsi kredit sebesar Rp14.294,40 triliun, dengan 5 kredit sektor ekonomi terbesar adalah pertanian, perburuan dan kehutanan, pemilikan peralatan rumah tangga lainnya (termasuk pinjaman multiguna), perdagangan besar dan eceran, pemilikan rumah tinggal, dan industri pengolahan.
“ Sementara itu, 5 kabupaten/kota penyaluran kredit terbesar di Provinsi Kalimantan Tengah berada pada Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Barito Utara,” ungkap dia.
Otto menambahkan, penyaluran kredit pada bank umum masih didominasi pada jenis usaha non-UMKM sebanyak Rp28,16 triliun atau sebesar 64 persen dari total penyaluran kredit berdasarkan jenis usaha.
Sedangkan pada kinerja Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) pada bulan Juni 2023 mengalami pertumbuhan dengan baik, dengan Aset tumbuh sebesar 31,38 persen (yoy) dari tahun sebelumnya. Dana Pihak Ketiga bulan Juni 2023 meningkat 25,27 persen (yoy) dari tahun sebelumnya dan Kredit pada bulan Juni 2023 meningkat sebesar 30,35 persen (yoy) dari tahun sebelumnya, dengan tingkat kredit macet pada bulan Juni 2023 sebesar 2,86 persen (yoy) atau turun sebesar 0,82 persen.
“ Penyaluran kredit BPR dan pembiayaan BPRS didominasi penyaluran pada jenis usaha sektor menengah sebesar Rp1,17 triliun atau sebesar 80 persen dari total penyaluran kredit dari semua jenis usaha,” ujarnya.
Kegiatan intermediasi sektor BPR Provinsi Kalimantan Tengah secara keseluruhan bertumbuh dari Juni 2021 hingga Juni 2023 (Yoy). Pertumbuhan positif pada BPR diharapkan mampu bertumbuh secara berkelanjutan pada tahun berikutnya.
Sementara itu, Otto menyampaikan, untuk sektor Industri Keuangan Non-Bank masih tergolong baik dengan Piutang Pembiyaaan tahun 2023 tumbuh sebesar 37,11 persen (yoy) dengan NPF sebesar 1,51 persen. Pada sektor Asuransi, premi pada bulan Juni tahun 2023 sebesar Rp185,63 miliar atau menurun sebesar -22,83 persen (Yo) dengan total klaim pada bulan Juni 2023 sebesar Rp138,53 miliar atau turun sebesar -32,34 persen (yoy).
“ Pada sektor Pasar Modal menunjukkan kinerja yang sangat baik, dengan jumlah investor selalu meningkat dari tahun ke tahun, sampai dengan Juni 2023 jumlah investor saham meningkat sebesar 18.529 investor dari tahun sebelumnya. Sedangkan jumlah transaksi saham pada bulan Juni 2023 dimiliki sebesar Rp156,11miliar, menurun sebesar Rp247,43 miliar dari tahun sebelumnya. Total Saham pada bulan Juni 2023 dimiliki sebesar Rp1.603,40 miliar meningkat sebesar Rp349,75 miliar dari tahun sebelumnya,” sebut Kepala OJK Kalteng. (adn/red4)