Orang Tua Diimbau Jauhkan Anak dari Pergaulan Negatif

MUARA TEWEH, inikalteng.com – Wakil Ketua II DPRD Barito Utara (Barut) Sastra Jaya, menghimbau para orang tua di wilayah itu untuk dapatmenjaga dan menjauhkan anak-anaknya dari pergaulan yang negatif. Pasalnya aktivitas kejahatan di kota Muara Teweh, saat ini banyak dilakukan kalangan remaja dan anak di bawah umur.

“Saya harapkan agar para orang tua dapat mengawasi dan membatasi pergaulan anak. Dalam membatasi pergaulan anak tidak semata-mata untuk mengurangi aktivitas anak bersama teman, namun dapat memberikan bimbingan kepada anak agar dapat memilah dan memilih teman yang baik, mana yang akan merugikan bagi anak itu sendiri, orang tua, dan lingkungannya,” tutur Sastra Jaya, Sabtu (14/8/2021).

Baca Juga :  Komisi II DPRD Katingan Sharing Ilmu Pembangunan ke DPRD Banjarmasin

Menurutnya, kebanyakan tindak kriminalitas yang dilakukan anak, dikarenakan kelengahan orang tua dalam pengawasan terhadap anak. Untuk itu, para orang tua dapat memberikan pengarahan kepada anak dan memberikan pengertian mengenai kemampuan keluarga, sehingga anak dapat menerima kekurangan yang ada, dan memiliki pemahaman mengenai apa yang harusnya dilakukan agar tidak mengarah pada tindakan yang negatif dan dapat merugikan.

“Biasanya anak yang bermasalah, yakni dari kalangan menengah ke bawah. Karena mereka (anak), ingin seperti anak lainnya yang mempunyai lebih, dan akibat pergaulan dengan lingkungan yang tidak baik,” katanya.

Baca Juga :  Rektor UPR Lakukan Video Konferensi dengan MRPTNI

Sastra Jaya menyarankan, anak sebaiknya diberikan pendidikan agama, untuk dapat menjadikan anak menjadi lebih bermanfaat, serta akan membatasi tindakannya. Selain itu tindakan mengarah kepada hal negatif yang dilakukan anak, sebagian dilakukan anak dari kalangan yang kurang perhatian orang tua, serta dari kalangan yang kurang mampu.

“Bukan hanya tindakan kriminal saja yang dilakukan, tetapi juga dari kalangan anak perempuan juga sering mengarah pada aksi yang tidak sewajarnya, seperti seks bebas dan lain sebagainya. Bahkan ada yang terlibat menjadi gadis karaoke atau wanita malam, padahal usianya masih tergolong sangat muda,” ungkapnya.

Baca Juga :  Maksimalkan Pengelolaan Asrama Mahasiswa Katingan

Dia menyebutkan, aksi-aksi anak perempuan yang menuju ke arah negatif di  Barut biasanya dilakukan anak yang jauh dari orang tua yang bersekolah di Muara Teweh. Karena kurang mampu untuk dapat memenuhi kebutuhan bahkan lebih dari temannya, juga pengaruh lingkungan. Hal  negatif tersebut, dilakukannya untuk dapat memenuhi gaya hidup pada saat ini. (mhd/red2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA