SAMPIT, inikalteng.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) dan instansi terkait diingatkan untuk sejak dini mengantisipasi terjadinya lonjakan pemudik Lebaran Idul Fitri 2023 yang akan menggunakan kapal laut, agar tidak terjadi penumpukan penumpang di pelabuhan.
“Antisipasi lonjakan penumpang perlu dilakukan, karena tahun ini jumlah pemudik diperkirakan meningkat signifikan. Hal itu lantaran pemerintah sudah memperbolehkan masyarakat melaksanakan mudik lebaran,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kotim, M Kurniawan Anwar di Sampit, Rabu (5/4/2023).
Dalam hal ini, dia juga mengingatkan pijak PT Pelni dan PT Darma Lautan Utama (DLU) selaku penyedia transportasi laut di Pelabuhan Sampit, supaya bisa melakukan persiapan secara matang terkait agenda mudik lebaran, mulai dari kesiapan kapal hingga kesiapan para petugasnya. PT Pelindo Sampit juga harus mampu memberikan pelayanan prima dan selalu mengingatkan para penumpang untuk tetap menaati protokol kesehatan.
Antisipasi serupa juga harus dilakukan di semua moda transportasi. Kesiapan di Pelabuhan Sampit, Bandara Haji Asan Sampit dan Terminal Patih Rumbih di Sampit harus dilakukan dengan optimal demi pelayanan yang baik bagi masyarakat.
Secara khusus, Kurniawan menyoroti penyelenggaraan mudik lebaran melalui Pelabuhan Sampit. Biasanya, jalur ini yang paling diminati pemudik yang akan pulang kampung menyeberangi laut menuju Semarang (Jawa Tengah) maupun Surabaya (Jawa Timur). Semuanya harus dipersiapkan dengan baik. Penumpukan penumpang diharapkan bisa dicegah. Kapasitas kapal laut yang disiapkan oleh PT Pelni dan PT DLU hendaklah mencukupi jumlah penumpang.
“PT Pelindo diharapkan mempersiapkan fasilitas yang memadai di pelabuhan demi kenyamanan penumpang. Sarana penerapan protokol kesehatan juga wajib tetap disiapkan sesuai aturan,” ucapnya.(ya/red1)