SAMPIT – Pemerintah Kotawaringin Timur (Kotim) diminta supaya serius memperhatikan para petani dan nelayan di daerah setempat di tengah pandemi covid-19 yang hingga kini masih menjadi ancaman.
“Perhatikan nasib petani dan nelayan di tengah pandemi covid-19 saat ini. Bagaimana kondisi kesejahteraannya, apakah terdampak atau tidak,” ujar Wakil Ketua DPRD Kotim H Rudianur di Sampit, Kamis (26/7/2020).
Lebih lanjut dia mengatakan, keberhasilan seorang pemimpin, bukan diindikasikan dengan tuntas pekerjaannya. Tetapi besar kecilnya manfaat yang dirasakan masyarakat, termasuk petani dan nelayan, terhadap pekerjaan yang diselesaikannya itu.
Diakui Rudianur, kesejahteraan petani dan nelayan di Kotim, masih memprihatinkan. Terlebih turunnya harga produk pertanian, sehingga hasil panen pun dijual dangan harga murah. Contohnya, karet dan kelapa di daerah Samuda.
“Saya harap ke depannya, instansi terkait supaya memperhatikan hal ini, karena memang program pemerintah daerah dalam bidang ketahanan pangan,” jelasnya.
Untuk saat ini, ungkap Rudianur, semangat para petani dan nelayan di Kotim, sudah cukup baik. Hanya saja, perlu perhatian bagaimana caranya bisa mensejahterakan mereka dengan hasil panennya atau hasil tangkapan ikannya.(red)