PT MMaL Hormati Keberadaan Makam Adat dalam Kebun

NANGA BULIK, inikalteng.com – Menanggapi adanya pengaduan warga terkait ditemukannya makam adat di area kebun beberapa hari lalu, perusahaan perkebuan kelapa sawit PT Menthobi Makmur Lestari (MMaL) angkat bicara.

Head of Legal MMaL Ilhamd Fithriansyah kepada wartawan, Rabu (14/6/2023), memastikan bahwa anak perusahaan Maktour Group itu akan terus berupaya menjunjung tinggi pentingnya nilai dan praktik usaha yang berkelanjutan, serta bersifat jangka panjang.

“Perusahaan memahami akan pentingnya menjalin hubungan yang baik, dan saling memberikan nilai tambah dengan lingkungan sekitar wilayah operasional kerja. Termasuk di dalamnya adat istiadat dan kearifan lokal yang ada,” ungkapnya.

Ilhamd, menegaskan, bahwa kegiatan pembukaan lahan di area perysahaan ditemukan makam leluhur warga sekitar sudah sesuai standar dan prosedur yang berlaku, baik di dalam negeri maupun berlaku secara global.

Baca Juga :  Dewan Minta Masyarakat Hindari Ideologi Radikalisme

“Berkaitan dengan adanya pengaduan warga, bahwa terdapat makam adat yang ditemukan saat pembukaan lahan seluas dua hektar, di Desa Kanawan baru-baru ini, dapat kami sampaikan bahwa MMaL dalam itikad baik untuk bertindak sebagaimana mestinya,” jelasnya.

Dia menjelaskan, pada 19 Mei 2023 lalu, petugas di lapangan yang sedang mengerjakan lahan menemukan tanda kayu bekas atap kuburan sebanyak dua buah. Dua titik dimaksud kemudian ditandai dan dilokalisir, sehingga aman dari kegiatan alat berat saat pembukaan lahan.

Selanjutnya pada 25 Mei 2023, salah seorang warga Desa Kenawan, Kecamatan Permata Kecubung, Kabupaten Sukamara, memberikan informasi bahwa terdapat kuburan lainnya di sekitar area tersebut.

Sejauh ini, sambungnya, perusahaan telah melakukan sejumlah upaya untuk menyelesaikan persoalan itu, di antaranya berkomunikasi secara aktif dengan seluruh pemangku kepentingan, terutama Damang dan Mantir Adat, pejabat desa, sampai dengan warga yang menyatakan sebagai ahli waris.

Baca Juga :  MTQH ke XXX Tingkat Provinsi Kalteng Resmi Dibuka

”Kami tentu menyesalkan dan memohon maaf jika memang benar-benar terdapat 13 makam sebagaimana disebutkan warga, yang permukaan lahannya terdampak alat berat saat kegiatan pembukaan lahan untuk perkebunan. Kami (PT MMaL, red) tidak mengetahui dan tidak memahami adanya makam-makam lainnya, karena tidak pernah ada informasi sebelumnya,” kata Ilhamd Fithriansyah.

Ditambahkan, bahwa perusahaan berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan usahanya dengan baik, sesuai peraturan perundangan yang berlaku serta memberikan manfaat, berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

”Tidak mungkin kami secara sengaja melakukan perusakan, seandainya mengetahui terdapat titik-titik penting dan vital bagi masyarakat seperti makam adat. Sebagai bukti, di blok lain dalam perkebunan milik MMaL yang juga berlokasi di Lamandau, perusahaan melakukan pemugaran dan merawat, serta menjaga makam adat. Kami lakukan itu secara inisiatif dan itikad baik,” imbuhnya.

Baca Juga :  Gubernur Kalteng Serahkan Bonus Tambahan Atlet Pemenang Gubernur Kalteng Cup Road Race 2022

Ilhamd menyebut, pihak perusahaan siap untuk merehabilitasi, memperbaiki, dan merawatnya, sehingga warga bisa membuktikan bahwa kehadiran MMaL benar-benar bisa dirasakan ahli waris, sehungga makam leluhur menjadi semakin layak.

“Kami pastikan bahwa kalaupun ada, makam adat dimaksud dalam kondisi aman, tidak hilang apalagi tergusur. Kami juga mengapresiasi upaya berbagai pihak dalam penyelesaian persoalan ini, serta mendukung saran dari Damang dan Mantir Adat, agar pertemuan penyelesaian dilakukan secara terbatas antara para pihak berkepentingan, yaitu ahli waris dan perusahaan dengan dijembatani pihak Kecamatan dan Babinkabtibmas,” pungkas Ilhamd Fithriansyah mengakhiri. (ta/red2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA