PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Ketua Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Palangka Raya (UPR) Tahun 2022, Prof Dr Joni Bungai MPd mengatakan, pasca sosialisasi bakal calon (balon) Rektor UPR dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPR, maka selanjutnya adalah minggu tenang, sekaligus persiapan para balon menghadapi acara Rapat Senat Terbuka yang akan dihadiri oleh pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Dikbudristek). Rapat Senat tersebut dijadwalkan pada 8 Agustus 2022.
“Para bakal calon nantinya akan kembali melakukan sosialisasi visi, misi dan programnya di hadapan seluruh anggota Senat UPR dan pihak Kementerian Dikbudristek,” kata Joni usai menggelar sosialisasi para balon Rektor dengan BEM UPR di halaman Rektorat UPR, Selasa (2/8/2022).
Ditanya mengenai adanya para bakal calon yang tidak hadir pada beberapa kali sosialisasi, menurut Joni, sebenarnya meskipun tidak ada sanksi, kehadiran itu masuk penilaian dari segi keseriusan yang bersangkutan.
“Apapun yang dikerjakannya, maka dia harus bisa memilih mana yang didahulukan. Karena dia sudah mendaftar sebagai bakal calon Rektor, semestinya harus konsisten. Ketidakhadiran itu sudah jadi penilaian anggota Senat,” ucapnya seraya mengakui bahwa bakal calon yang tidak bisa hadir, selalu melapor ke panitia mengenai alasan ketidakhadirannya.
Ditambahkan Joni, tahapan sosialisasi para bakal calon Rektor UPR selama ini telah berjalan dengan baik. Nantinya berbagai masukan dari banyak pihak juga akan jadi pertimbangan oleh Senat untuk menentukan pilihan.
Joni juga mengingatkan bahwa agenda sosialisasi pada Rapat Senat Terbuka, 8 Agustus 2022 nanti, wajib diikuti oleh seluruh bakal calon. “Namun jika ada yang tidak bisa hadir, maka salahnya sendiri. hilanglah harapannya, karena tidak ikut ambil bagian dalam moment penting di hadapan Senat yang akan memilih,” ucapnya.
Disampaikan pula bahwa dari 13 balon tersebut nantinya akan mengerucut menjadi hanya tiga nama yang nantinya akan dikirim ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) untuk dilakukan ada fit and proper test. Jadwal pelaksanaan fit and proper test ditentukan sendiri oleh pihak Kementerian Dikbudristek. Sedangkan total suara yang diperebutkan dalam Pilrek UPR kali ini sebanyak 62 suara, yang terdiri atas Senat UPR 40 suara ditambah dari Kemendikbudristek 22 suara.
Presiden BEM UPR, Permutih Iman Basar menyampaikan ucapan terima kasih kepada para bakal calon Rektor yang bersedia hadir dalam acara sosialisasi terbuka ini. Diharapkan pola seperti ini tetap dijalankan ke depannya, siapapun Rektor terpilih mau berdialog secara langsung dengan mahasiswa.
“Ada banyak gagasan yang kami sampaikan kepada para calon Rektor ini yang kami tuangkan dalam nota kesepahaman. Indikatornya adalah kesejahteraan mahasiswa dan kemajuan kampus UPR tercinta ini menjadi PTN-BLU dan PTN-BH,” jelas Permutih. (red)