Sugianto Sabran Berikan Bukti

PALANGKA RAYA – Program 100 ribu lebih paket sembako gratis untuk masyarakat Kalteng, menuai respon positif di masyarakat, tak terkecuali pemuda. Gerakan yang diinisiasi Sugianto Sabran selaku Pembina Relawan Muda Sugianto Sabran dan Agustiar Sabran selaku Pembina Relawan Milenial Agustiar Sabran tersebut, dinilai sangat membantu masyarakat kecil yang secara ekonomi terdampak covid-19.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa (HIMA) Murung Raya Ociawin Efrata,Senin (11/5/2020), mengatakan, program 100 ribu lebih paket sembako itu sangat membantu masyarakat, terutama mahasiswa yang sedang merantau untuk menyelesaikan pendidikannya.

“Kami sangat terbantu program 100 ribu paket sembako. Apalagi mahasiswa yang merantau untuk menuntut ilmu, sangat diperhatikan. Terlebih program, berasal dari dana pribadi Sugianto Sabran. Kami bangga dengan beliau,” ujarnya.

Baca Juga :  Teras Narang Dipercaya Jadi Ketua Komite I DPD RI

Ditambahkannya, program 100 ribu lebih paket sembako berasal dari dana pribadi Sugianto Sabran yang diambil dari uang gaji, tunjangan, dan uang rumah tangga senilai Rp9 miliar. Artinya, selama lima tahun tidak menerima hak sebagai pejabat negara. Kemudian, Agustiar Sabran menjabat sebagai anggota Komisi III DPR-RI menyumbangkan dana Rp4 miliar. Dana itu diambil dari gaji dan tunjangannya selama lima tahun, atau satu periode masa jabatan anggota DPR-RI.

“Bayangkan, ada kepala daerah dan wakil rakyat di Senayan berani ambil sikap membantu rakyat. Tidak banyak bicara, tapi memberikan bukti nyata untuk kesejahteraan masyarakat. Terima kasih kepada Gubernur Kalteng Sugianto Sabran,” tukasnya.

Baca Juga :  Saka Pramuka POM Dikukuhkan

Ociawin Efrata berharap, apa yang dilakukan ‘Duo Sabran’ mampu diikuti pejabat negara atau orang lain yang memiliki kelebihan harta. Sekarang bukan waktunya menimbun harta atau berdebat persoalan yang tak memberikan dampak untuk rakyat, tetapi justru seorang pemimpin diuji, apakah berani mengambil sikap untuk berjuang demi rakyat atau hanya diam mementingkan diri sendiri.

Terpisah, Agustiar mengungkapkan, bantuan tersebut sebagai bentuk keprihatinan dengan banyaknya warga yang secara ekonomi terdampak covid-19. Memang tidak semua warga yang mendapatkan, karena keterbatasan ketersediaan barang. Jumlah barang yang disalurkan mencapai 100 ribu paket sembako, tentu tidak sebanding dengan jumlah penduduk Kalteng yang mencapai 2,8 juta jiwa.

Baca Juga :  Bupati Lamandau Serah Terima BSPS 2022

“Akibat keterbatasan itu, tentu ada yang tidak mendapatkan bantuan. Relawan sendiri memilah mana warga yang benar-benar terdampak, sehingga menjadi prioritas. Atas kekurangan dan adanya warga yang tidak mendapatkan bantuan, saya secara pribadi memohon maaf. Itu semua karena kekurangan yang kami alami,” jelas Agustiar.

Ia memastikan, bantuan yang disebarkan murni gerakan kemanusiaan untuk membantu masyarakat. Tidak ada maksud ingin pamer atau riya. Semua itu gerakan dari hati, untuk mengajak semua pihak ikut membantu warga yang sedang kesusahan. Pandemi yang berlangsung ketika dihadapi secara bersama, tentu akan terasa ringan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA