PALANGKA RAYA – Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr Andrie Elia SE MSi menegaskan, masyarakat Dayak dengan kearifan lokalnya menghadapi gempuran globalisasi, tidak takut dan tidak mundur terhadap berbagai tantangan dan halangan yang menghadang.
Penjelasan itu disampaikan Andrie Elia dalam kapasitasnya sebagai Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng, ketika menjadi narasumber Talk Show Polri Promoter “Lewu Isen Mulang Kalimantan Tengah” Live dari Kompas TV, Selasa (14/7/2020).
Dalam acara yang dipandu oleh Fristian Grace dari Kompas TV ini, hadir pula narasumber lainnya, yakni Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, Kapolda Kalteng
Irjen Pol Dr Dedi Prasetyo, serta Danrem 102 Panju Panjung Brigjen TNI Purwo Sudaryanto.
“Suku Dayak dengan semangat Huma Betang (Rumah Besar), telah terdidik untuk hidup bersama dan bertoleransi. Sehingga cenderung terbuka terhadap perbedaan dan keanekaragaman masyarakat. Hal ini sesuai dengan filosofi masyarakat Dayak ‘Penyang Hinje Simpei’ yang artinya Hidup Rukun dan Damai untuk Kesejahteraan Bersama,” terang Andrie Elia.
Disampaikan pula, adanya penetapan Lewu Isen Mulang di Kalteng, otomatis mengajak seluruh masyarakat yang ada di daerah ini untuk tidak takut dan tidak menyerah terhadap segala tantangan dan gempuran persoalan yang menerpa, baik Covid-19, kebakaran hutan dan lahan dan banyak lagi kendala lainnya. “Karena dengan adanya persatuan dan kesatuan kolektif, maka kita akan keluar sebagai pemenang,” ucap Rektor UPR.(red)