SAMPIT,inikalteng.com- Majelis ulama indonesia kabupaten kotawaringin timur menggelar bimbingan teknis bagi majelis fatwa mui kecamatan. Kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan dalam menanggulangi ajaran sesat yang meresahkan umat islam di daerah setempat.
Kotawaringin timur merupakan daerah terbuka yang mudah diakses melalui darat, laut dan udara. Kondisi itu menjadikan kotawaringin timur sebagai daerah strategis dalam penyebaran informasi tidak terkecuali informasi yang menyesatkan.
untuk itu mui kotawaringin timur mengambil langkah proaktif guna menanggulangi adanya penyebaran ajaran atau aliran sesat dalam islam, yaitu dengan menggelar bimtek bagi majelis fatwa mui kecamatan.
Ketua MUI Kotawaringin Timur, Amrullah Hadi mengatakan, beberapa tahun lalu pernah muncul ajaran sesat di kotawaringin timur dan menjadi perhatian serius dan saat ini mui tengah menyelidiki indikasi munculnya aliran-aliran yang meragukan.
“melalui bimtek ini diharap para ulama di kecamatan lebih siap menjalankan peran sebagai garda terdepan dalam menyebarkan ajaran islam yang benar serta melawan penyebaran ajaran sesat,” katanya.
Kegiatan ini dihadiri ketua mui kalimantan tengah, khairil anwar sebagai narasumber. ia memaparkan materi mengenai ciri-ciri aliran sesat dalam islam/ serta cara-cara menanggulanginya.
“Bimtek tersebut mendapat apresiasi pemerintah kotawaringin timur/ yang berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin,” ucapnya.
Pj Sekda Kotim, Sanggul I Gaol Mengharapkan, sinergi mui kabupaten dan mui kecamatan semakin erat. Sehingga penanggulangan ajaran sesat dapat dilakukan secara efektif/ serta menyeluruh di wilayah kotawaringin timur.
Penulis : Ardi
Editor : Ika