PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Pola pikir generasi muda yang hanya terbatas ingin menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) bila selesai menempuh pendidikan mesti diubah. Generasi muda diharapkan memiliki pemikiran yang lebih luas untuk mengembangkan diri di berbagai bidang pekerjaan.
“Jadi anak-anakku, jangan lagi berpikir hanya ingin menjadi ASN. Sudahlah, lupakanlah itu, tapi ciptakanlah sesuatu. Bagaimana membuat hasil di daerah menjadi bermanfaat dan bernilai ekonomi,” pesan Teras Narang selaku Senator DPD RI asal Kalteng, saat hadiri webinar dengan Generasi Baru Indonesia (GenBI) Kalteng, Jumat (25/6/2021).
Teras pun mendorong anak-anak muda Indonesia yang hadir dalam webinar yang digagas GenBI Kalteng ini, untuk berpikir bagaimana melahirkan start up. Menciptakan sesuatu di daerah masing-masing, agar bernilai ekonomi dan dapat dipasarkan bertahap secara lokal dan masuk pasar nasional hingga global.
Meski diakui Teras, menjadi ASN itu baik. Namun dengan perkembangan teknologi dan semangat pelayanan publik di era digital yang makin maju akan ada perubahan. Termasuk rasionalisasi atau pengurangan jumlah ASN, sekaligus penambahan kualitas didukung teknologi dalam pelayanan publik.
Sehingga ke depan ASN akan semakin sedikit. ASN juga akan difokuskan untuk pelayanan publik, mereka akan menjadi profesional yang fokus bagi kepentingan fungsi pemerintahan. Karena itu, bagi yang ingin lebih sejahtera, mesti berani menantang diri menjadi pelaku ekonomi yang kreatif di pasar yang lebih luas.
Teras juga memaparkan bagaimana tantangan globalisasi terus mempengaruhi kehidupan. Terutama selama berlangsung pandemi Covid-19, membuat tantangan global makin besar.
Beberapa di antaranya adalah demografi global yang didominasi Asia, urbanisasi dunia dengan penduduk di perkotaan mencapai 66%, peranan emerging economies semakin meningkat, perdagangan internasional tumbuh 3,4% per tahun dengan negara berkembang menjadi poros perdagangan serta investasi dunia.
Menghadapi tantangan ini, menurut Teras, tidak ada jalan lain, harus dibangun strategi dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Dalam semangat Huma Betang, kebersamaan harus terus dibangun. Sedangkan perpecahan, apalagi perlawanan sesama anak bangsa harus dihindari.
“Pendidikan kita mesti mendorong lahirnya karakter Sumber Daya Manusia Kalteng yang unggul dan kompetitif. Tentu tanpa melupakan ciri kearifan lokalnya, agar menjadi SDM yang berkarakter Huma Betang; Humanis, Maju, Berani Jujur dan Tanggung jawab,” ujarnya. (ist/adn)
[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]