Warga Kotim Keluhkan Mahalnya Harga Tiket Pesawat, Pemda Perlu Cari Solusinya

SAMPIT, inikalteng.com – Masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang biasa bepergian keluar daerah menggunakan pesawat udara, mengeluhkan mahalnya harga tiket pesawat di Sampit, dan berharap ada solusinya dari pemerintah daerah.

Untuk itu, Wakil Ketua I DPRD  H Rudianur, meminta pemerintah daerah dapat menelusuri penyebab tingginya harga tiket itu  dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar harganya dapat terjangkau.

Dikatakan, permintaan akan transportasi udara di Sampit terus meningkat, namun frekuensi penerbangan masih terbatas dan harga tiketnya lebih mahal dibandingkan dengan bandara lain. Saat ini, harga tiket pesawat Sampit-Jakarta di aplikasi penjualan tiket online mencapai Rp1.465.900 dengan waktu tempuh 1 jam 35 menit. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan harga tiket rute Palangka Raya-Jakarta yang hanya Rp1.267.564 dengan waktu tempuh 1 jam 40 menit.

Baca Juga :  Harus Ada Solusi untuk Tenaga Honorer

“Kita tentunya berharap ini ada solusinya. Mungkin pemerintah daerah bisa menelusuri apa penyebabnya, kemudian dilakukan koordinasi supaya harga tiket bisa lebih murah,” kata Rudianur di Sampit, Jumat (3/3/2023).

Keterbatasan frekuensi dan rute penerbangan di Sampit membuat calon penumpang sulit memilih waktu penerbangan sesuai dengan kebutuhan. Hal ini berbeda dengan daerah lain yang memiliki lebih banyak pilihan rute dan frekuensi penerbangan juga lebih banyak.

Baca Juga :  Gerak Cepat Antisipasi Kenaikan Harga Komoditas Pangan Strategis di Kalteng

Rudianur menekankan bahwa solusi untuk mengatasi harga tiket pesawat yang tinggi harus segera ditemukan. Mengingat pentingnya transportasi udara yang terjangkau bagi pertumbuhan ekonomi di daerah.

Dalam mengatasi masalah harga tiket pesawat, Rudianur berharap pihak terkait dapat berkolaborasi dan mencari solusi yang tepat untuk menurunkan harga tiket pesawat di Sampit agar masyarakat dapat lebih mudah bepergian ke daerah lain. Hal ini juga dapat mendorong sektor pariwisata di Kotim agar dapat lebih berkembang.

Baca Juga :  PWI Kapuas Berangkatkan 8 Atlet Ikuti Porwada Kalteng

“Karena itu, langkah-langkah konkrit perlu diambil untuk mengatasi masalah ini. Sehingga masyarakat dapat memanfaatkan transportasi udara dengan lebih mudah, efisien dan juga harga tiketnya lebih murah,” kata Rudianur. (ya/red1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA