Waspada! Harga Beras hingga Ayam Ras Mengalami Kenaikan Jelang Idul Fitri

PALANGKA RAYA, inikalteng.com – Setelah menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi bersama Mendagri Tito Karnavian secara virtual dari Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng, Senin (10/4/2023).

Ada beberapa hal yang menjadi catatan untuk permasalahan ini oleh Sekda Kalteng, Nuryakin.

Menurut dia, berdasarkan data dari BPS, secara rata-rata terjadi sedikit kenaikan harga beras di Pulau Kalimantan di minggu pertama April, sedangkan yang harus diwaspadai adalah beras dan telur ayam ras, terutama daerah Bali dan Kalimantan.

“Sementara itu, laporan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) Secara umum ketersediaan pangan sampai dengan Hari Besar Keagamaan (HBK) aman, namun Pemerintah Daerah tetap memonitoring harga, Penyerapan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) oleh Bulog harus dimaksimalkan, jangan sampai yang didahului oleh pedangan-pedagang besar,” katanya.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Gelar Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2022

Ditegaskan Sekda, inflasi di bulan Ramadan relatif lebih rendah dari tahun sebelumnya kecuali pada tahun 2020 dan tahun 2021.

“Perlu waspada terhadap kenaikan harga beberapa komoditas yang mungkin terdampak tingginya permintaan menjelang Hari Raya Idulfitri seperti tarif angkutan udara, daging sapi, daging ayam ras, bawang merah, telur ayam ras, dan lain-lain,” tegasnya.

Nuryakin menambahkan, menurut laporan BPS, Indonesia mengalami inflasi tahunan 4,97% (YoY) pada Maret 2023, turun dibanding Februari 2023 yang mencapai 5,47%.

“Tingkat inflasi Indonesia berada pada peringkat 8 dari 24 Negara dengan inflasi terendah dengan nilai 4,97 persen dari sebelumnya 5,47 persen,” tutur Sekda.

Baca Juga :  Penyebaran Tenaga Kesehatan Belum Merata

Kemudian komoditas yang memiliki andil besar terhadap inflasi Indonesia pada Maret 2023 antara lain bensin, beras, rokok kretek filter, tarif angkutan udara dan bahan bakar rumah tangga.

“Kondisi inflasi Indonesia pada Maret 2023. Penyumbang inflasi (YoY) pada Maret 2023, antara lain bensin, beras, rokok kretek filter, tarif angkutan udara dan bahan bakar rumah tangga,” jelasnya.

Selanjutnya, upaya yang perlu dilakukan di antaranya Operasi Pasar Murah, pemberian Bansos bagi yang tidak mampu, mengecek kecukupan supply pangan daerah masing-masing serta melakukan intervensi jika terjadi kenaikan komoditas tertentu.

Bahkan kebijakan Kemendagri dalam menghadapi Idul Fitri 1444 H, akan menerbitkan Surat Edaran kepada Gubernur dan Bupati/Wali Kota yang mengatur tentang dukungan kelancaran arus mudik dan balik lebaran terutama Posko Pemda gabung dengan Posko Forkopimda, kesiapsiagaan pemadam kebakaran dan Satpol PP serta dinas kebersihan, pengaturan dan kesiapsiagaan untuk tempat wisata (kebun binatang, pantai, dan Taman Kota).

Baca Juga :  Pemkab Barut Siap Sukseskan Pembangunan Nasional

“Pengaturan pasar agar tidak terjadi kemacetan arus lalu lintas, pengamanan lingkungan terutama menjgaga rumah kosong yang ditinggal mudik serta Pemda agar siaga dalam mengantisipasi bencana alam dan non alam termasuk mengecek angkutan laut harus menyediakan pelampung untuk penumpang,” tegasnya.

Hal lain disampaikannya bahwa potensi pemberian zakat dapat membantu masyarakat yang terdampak kenaikan harga dan lain-lain. (ard/red2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA